
Semasa masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orang tuaku dalam persekitaran yang baik. Aku selalu mendengar doa ibuku semasa aku pulang dari merayau dan berjaga malam. Demikian pula ayahku, solatnya selalu panjang. Aku heran, mengapa ayah solat begitu lama, apalagi pada cuaca dingin yang menyengat tulang.
Aku sungguh hairan. Bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri: “Alangkah sabarnya mereka…setiap hari begitu…benar-benar menghairankan!”
Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagiaan orang mukmin, dan itulah solat orang-orang pilihan…Mereka bangkit dari tempat tidurnya untuk bermunajat kepada Allah. Setelah menjalani...